Doa.

ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ الرَّحِيْمِ

JANGAN BERHENTI
MENDO’AKAN ORANG TUA

Siapapun yang merasa rezekinya sulit, agak susah maka cek bagaimana hubungan kita dengan orangtua mendoakan orangtua itu tanda bahwasanya hati kita dekat sama orangtua.

Dan mulailah mendoakan orangtua kita tanpa sepengetahuan orangtua kita, itu membawa keuntungan
untuk yang berdoa dan yang untuk didoakan.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba berhenti mendoakan kedua orang tuanya, maka sesungguhnya rezekinya pun akan terputus.”
(HR. Ad-Dailami).

“Nabi di sini menjelaskan jika seseorang lupa mendoakan orang tuanya, maka saat itulah rezekinya terputus,”

Dalam hadits ini dapat pelajaran, Bahwa manusia itu hidup butuh rezeki. Keluar pagi pulang malam untuk cari rezeki. Padahal kunci rezeki itu mendoakan orang tua.

Karena kalau tidak mendoakan orang tua, maka rezekinya akan terputus. Sedangkan jika mendoakan, rezekinya tidak akan terputus.

Jika terus mendoakan orang tua, baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal. Maka rezeki akan didatangkan oleh Allah SWT dari segala arah.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita semua anak-anak yang sholih sholihah yang mendoakan kapanpun kita, di manapun kita berada dan juga Allah jadikan orangtua ridho kepada kita semua, orangtua kita bahagia dan selamat dunia akhirat.
Aamiin ya rabbal alamiin

Semoga bermanfaat.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

🌹🪷🌹

Larangan.

*HADIS HARI INI*

*Larangan Mencela Sesama Muslim*

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

*Daripada Muhammad bin Sa’d dari Sa’ad, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Mencaci orang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.”* (HR Ibnu Majah No: 3931) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Mencaci orang Islam itu termasuk perbuatan fasik.

2.  Memerangi orang Islam itu termasuk perbuatan kufur.

3.  Allah melarang orang beriman dari saling mencela. Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

4.  Imam At Thabari menyatakan: larangan ini mencakup seluruh bentuk celaan dan cacian. Tidak boleh seorang mukmin mencela mukmin yang lain kerana kemiskinannya, kerana perbuatan dosa yang telah dilakukannya, juga sebab yang lainnya” (Lihat Jaami’ul Bayan).

5.  Sikap mencela orang lain itu berpunca dari rasa sombong dan ujub terhadap dirinya sendiri yang merasakan dirinya lebih baik.

6.  Seorang Mukmin tidak akan memanggil atau menggelar orang lain dengan gelaran atau panggilan yang buruk.